Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

“Pokoknya Ada”: Ketika Komunikasi Publik Kehilangan Argumentasi

Gambar
Oleh: Kasri Riswadi   Dalam struktur pemerintahan, Sekretaris Kabinet (Seskab) sejatinya adalah jantung birokrasi, seorang teknokrat di balik layar yang memastikan mesin pemerintahan berjalan sinkron. Namun, di tangan seorang Teddy Indrajaya dalam pemerintahan Prabowo-Gibran, peran ini mengalami mutasi komunikasi yang menarik sekaligus mencemaskan. Dari balik pintu rapat, sang Seskab kini melangkah ke lampu sorot, bukan untuk membawa transparansi, melainkan untuk membangun pagar betis narasi. "Pokoknya Ada": Matinya Logika Publik Puncak dari kegagapan komunikasi ini terekam jelas dalam frasa "Pokoknya ada" yang sempat viral saat ia menanggapi pertanyaan wartawan perihal anggaran program kerakyatan. Dalam kacamata Pragmatik , kalimat pendek ini merupakan bentuk tindakan tutur direktif yang dipaksakan; sebuah upaya untuk memutus rantai informasi dan menghentikan dialektika publik secara prematur. Lebih jauh, jika dibedah menggunakan Analisis Wacana Kritis (...