Postingan

Stoikisme di Balik Jeruji, Pelajaran dari Warga Lapas

Gambar
Baru-baru ini, saya mendapat kesempatan untuk mengisi materi sekaligus memberi sedikit kegembiraan bagi warga Lapas Kelas 1 Makassar. Seratusan orang yang saya temui di sana berasal dari berbagai usia, suku, agama, tingkat pendidikan, dan tentu saja, latar belakang kasus yang beragam. Beberapa di antara mereka sempat saya tanyai, "Apa yang membuatmu berada di sini?" Jawaban yang saya terima beragam; ada yang mengaku karena mencuri, ada yang dihukum atas pembunuhan, melakukan pelecehan seksual, hingga terjerat kasus narkoba. Dari semua cerita tersebut, bisa dipastikan bahwa mereka terjerat kasus yang sangat sulit untuk dimaafkan. Namun, di sisi lain, mereka semua menjalani hukuman sebagai konsekuensi atas perbuatan yang telah dilakukannya. Meskipun di balik itu ada juga banyak cerita sedih, seperti keluarga yang seolah melupakan mereka. Tak sedikit dari mereka yang mengaku merasa seakan telah terbuang, tak ada kabar, apalagi kunjungan. Dalam situasi seperti itu, mau tidak mau,...

“Kelinci Percobaan” dan Salah Paham Kita tentang Uji Klinis Vaksin TBC

Gambar
Gambar ilustrasi oleh Gemini AI Belakangan ini, kita diramaikan dengan pembicaraan soal uji klinis tahap 3 vaksin TBC. Isu itu mencuat setelah diketahui adanya kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Yayasan Bill & Melinda Gates yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara tempat berlangsungnya uji klinis ini. Sontak hal tersebut menimbulkan kontroversi. Alih-alih dianggap sebagai langkah maju, sebagian masyarakat justru merasa curiga. Dari stigma “kelinci percobaan”, motif ekonomi industri farmasi, gerakan anti-vaksin, hingga teori konspirasi tentang pengurangan populasi melalui vaksinasi. Asumsi dan ketidakpercayaan ini tentu bukan tanpa alasan. Situasi global dan berbagai kebijakan publik yang seolah selalu membenerakan skeptisisme banyak pihak memperkeruh hal itu. Tak heran, sebagian orang langsung menolak mentah-mentah setiap program yang menyentuh langsung tubuh mereka, termasuk vaksin TBC. Padahal kita perlu melihat ini secara lebih utuh untuk tidak terjebak dalam k...

Berbagi Peran Mewujudkan Eliminasi TBC

Gambar
Setiap tahun, tepatnya tanggal 24 Maret kita memperingati Hari Tuberkulosis se-Dunia atau  World TB Day . Peringatan ini selain merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara terus menerus tentang dampak kesehatan, ekonomi dan sosial dari penyakit TBC, juga sekaligus menjadi pengingat bahwa penyakit yang telah  ditemukan  sejak tahun  1882  ini masih menjadi ancaman nyata di tengah kehidupan masyarakat.   World Health Organization  (WHO) merilis bahwa penyakit TB C  menjadi ancaman serius yang bersaing dengan  Human Immunodeficiency Virus  (HIV). Laporan terbaru Badan Kesehatan Dunia  itu   menyebut bahwa  estimasi kasus TBC di Indonesia telah mencapai 1.060.000 kasus dengan kematian di angka 140.700 atau 16 orang meninggal setiap jamnya.   Sayangnya, tidak seperti penanganan dan upaya pengetasan penyakit menular populer  seperti   saat Covid-19, yang massif, terorganisir, da...

Eufemisme Penguasa dan Wacana Presiden Tiga Periode

Gambar
Opini ini dimuat di Harian Tribun Timur pada 22 September 2021 ----- Saat menyampaikan sesuatu, seseorang selalu berupaya agar apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengarnya. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan gaya bahasa. Eufemisme merupakan salah satu gaya bahasa yang berperan penting dalam interaksi sosial, terutama untuk menjaga keharmonisan hubungan sosial. Gaya bahasa eufemisme berfungsi untuk mengganti kata atau ungkapan yang bermakna kasar dengan kata atau ungkapan yang lebih halus. Dengan menggunakan eufemisme, seseorang bisa menyampaikan pesan dengan lebih beretika, sopan, dan santun. Eufemisme dapat ditemukan dalam komunikasi sehari-hari. Eufemisme digunakan banyak kalangan dengan pelbagai tujuan, salah satunya oleh kalangan penguasa atau pemimpin negara. Di tangan penguasa, eufemisme bisa menjadi alat untuk mengaburkan transparansi. Warisan Orde Baru Pada masa pemerintahan Orde Baru, eufemisme sangat sering digunakan oleh penguasa, bahka...

Adaptasi Kebiasaan (Tidak) Baru

Gambar
sebuah catatan komat kamit   Selama sepekan terakhir, informasi mengenai aksi demonstrasi mewarnai linimasa kita. Aksi yang terus berlanjut ini merupakan bentuk kekecewaan rakyat terhadap pemerintah dan wakil rakyat yang secara kontroversial mengesahkan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Asumsi para demonstran dan penolak undang-undang tersebut sudah jelas: banyak ketidakberesan dalam proses hingga pengesahannya, yang informasinya mencapai ribuan halaman itu. Memang tidak perlu berpikir keras atau analitis untuk melihat fenomena yang diciptakan rezim ini. Mereka sangat terang-terangan mempertontonkan sikap saat menginginkan sesuatu. Selalu ada siasat untuk mewujudkan kehendak, baik secara terbuka maupun setengah tersembunyi. Jika ada rakyat yang menolak, ia akan menganggapnya sebagai bagian kecil semata. Seolah mereka ingin mengatakan bahwa rakyat lainnya diam karena setuju. Itu jika ketidaksetujuan disampaikan secara langsung. Protes di media sosial pun tak kalah berisiko; jika seora...

Minimarket Bencana?

Gambar
Apa yang terlintas dalam benak kita jika mendengar kata Minimarket. Pastilah sebuah toko yang berisi kebutuhan pokok sehari-hari dengan tatanan yang rapi, pelayanan yang nyaman, dan lokasinya yang selalu berada di tengah-tengah pemukiman dan keramaian penduduk. Pedanan baru sebagai sinonim dari istilah toko kelontong ini memang sedang berkembang pesat dan telah hadir di mana-mana. Namun seperti apa kira-kira jika Minimarket itu dihadirkan di tengah area pengungsian korban bencana dan melayani secara gratis. Gambaran itu teryata bukan sekadar angan-angan, tapi ia nyata adanya di lokasi pengungsian banjir bandang Masamba, Luwu Utara. Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) pelakunya, yang secara kreatif menghadirkannya dengan perencanan dan penyelenggaraan yang tepat sasaran. Saya tertarik untuk mengetahuinya lebih jauh dengan mengajak inisiator Minimatket itu untuk menceritakannya. Namanya dr Andi Fadly yang sehari-harinya adalah seorang dokter di kota Palopo. "Penyaluran bantuan ...

Tuberculosis di Tengah Pandemi Corona

Gambar
Catatan Hari Tuberculosis Sedunia, 24 Maret 2020 Opini ini dalam versi cetak di Tribun Timur* Coronavirus atau Covid-19 boleh menjadi perhatian utama dan serius belakangan ini. Tetapi hari ini kita perlu diingatkan bahwa ada sebuah penyakit menular yang tak kalah dahsyat dan mematikan, ialah Tuberculosis atau disingkat TBC. TBC merupakan penyakit klasik yang telah eksis sejak pertama kali ditemukan 24 Maret 1882. Meskipun sudah ada pengobatannya, ia masih tetap mengancam, terlebih di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. World Health Organization (WHO) Global TB Report 2019 dan Data Kementerian Kesehatan  menyebut estimasi pengidap TBC di Indonesia mencapai 845 ribu kasus  yang menempatkannya pada posisi tiga dunia dalam daftar negara dengan kasus TBC tertinggi. Sebuah angka yang fantastis, tetapi sayangnya upaya dan kepedulian kita untuk mencegah penularan, menemukan kasus, merawat dan kemudian mengobati mereka yang terjangkit penyakit ini masih ja...