Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

“Pokoknya Ada”: Ketika Komunikasi Publik Kehilangan Argumentasi

Gambar
Oleh: Kasri Riswadi   Dalam struktur pemerintahan, Sekretaris Kabinet (Seskab) sejatinya adalah jantung birokrasi, seorang teknokrat di balik layar yang memastikan mesin pemerintahan berjalan sinkron. Namun, di tangan seorang Teddy Indrajaya dalam pemerintahan Prabowo-Gibran, peran ini mengalami mutasi komunikasi yang menarik sekaligus mencemaskan. Dari balik pintu rapat, sang Seskab kini melangkah ke lampu sorot, bukan untuk membawa transparansi, melainkan untuk membangun pagar betis narasi. "Pokoknya Ada": Matinya Logika Publik Puncak dari kegagapan komunikasi ini terekam jelas dalam frasa "Pokoknya ada" yang sempat viral saat ia menanggapi pertanyaan wartawan perihal anggaran program kerakyatan. Dalam kacamata Pragmatik , kalimat pendek ini merupakan bentuk tindakan tutur direktif yang dipaksakan; sebuah upaya untuk memutus rantai informasi dan menghentikan dialektika publik secara prematur. Lebih jauh, jika dibedah menggunakan Analisis Wacana Kritis (...

Stoikisme di Balik Jeruji, Pelajaran dari Warga Lapas

Gambar
Baru-baru ini, saya mendapat kesempatan untuk mengisi materi sekaligus memberi sedikit kegembiraan bagi warga Lapas Kelas 1 Makassar. Seratusan orang yang saya temui di sana berasal dari berbagai usia, suku, agama, tingkat pendidikan, dan tentu saja, latar belakang kasus yang beragam. Beberapa di antara mereka sempat saya tanyai, "Apa yang membuatmu berada di sini?" Jawaban yang saya terima beragam; ada yang mengaku karena mencuri, ada yang dihukum atas pembunuhan, melakukan pelecehan seksual, hingga terjerat kasus narkoba. Dari semua cerita tersebut, bisa dipastikan bahwa mereka terjerat kasus yang sangat sulit untuk dimaafkan. Namun, di sisi lain, mereka semua menjalani hukuman sebagai konsekuensi atas perbuatan yang telah dilakukannya. Meskipun di balik itu ada juga banyak cerita sedih, seperti keluarga yang seolah melupakan mereka. Tak sedikit dari mereka yang mengaku merasa seakan telah terbuang, tak ada kabar, apalagi kunjungan. Dalam situasi seperti itu, mau tidak mau,...