Postingan

Digitalisasi yang Merenggut Kebahagiaan

Gambar
Seorang kawan mengungkapkan rasa jenuhnya atas media sosial dan aktivitas digital yang dilakoninya beberapa tahun ini. Ia bahkan berani berkesimpulan bahwa akibat era digital, rasa bahagianya menjadi berkurang dan terus berkurang (direnggut). Digitalisasi telah membuat segala sesuatunya terasa hambar, semua serba tersentral pada sebuah perangkat andriod. Koran digital, rapat digital, transportasi digital, transaksi digital, bahkan dapur pun kini digital. Saya ingin menggarisbawahi yang terakhir yang menurut saya paling kronis. Digitalisasi dapur bukan berarti memasak lewat android, tapi aplikasi pemesanan makanan hasil dapur pihak ketiga. Banyak efek yang ditimbulkannya, dari keterampilan memasak yang jadi tenggalam hingga kosa kata alat masak (dapur) yang terancam asing dan akhirnya punah, serta banyak lagi. Pergeseran pola hidup terus mengalir dan digitalisasilah yang paling banyak memengaruhi. Akhirnya, digitalisasi memang membawa manfaat besar bagi kita dengan catatan tidak...

Black Campaign

Gambar
Sebagai pengguna media sosial yang hampir setiap hari meluangkan waktu untuk bermedsos baik tuk update status, berbagi berita, foto-foto atau sekadar lihat-lihat info terbaru. Tiga hari ini saya melihat linimasa facebook diwarnai status dan berita mengenai Pemilukada. Wajar saja, karena memang lagi musimnya. Cuma yang jadi keresahan kemudian bahwa dari informasi yang lalu lalang di linimasa itu, saya melihat 80 % berisi upaya saling menjelekkan lawan atau black campaign. Belum lagi kalau kita coba memasuki grup-grup lapak Pilkada. Persentasenya bisa mencapai 100 %, tak usah saya ajak untuk menelusuri lagi kolom-kolom komentar. Sebagai contoh atas keresahan itu, di Pilwali Makassar misalnya yang kebetulan hanya dua pasang calon, dimana kubu satu yang tak henti-henti menyinyir soal "ketapan" kemudian balasan dari kubu dua yang nyiyir soal "kewajiban yang mesti dilunasi". Dua isu ini dan isu2 lain yang bikin geleng-gelng kepala aktif dilancarkan dan direpr...

Memaknai Valentine Secara Positif

Gambar
Sejatinya, cinta itu mencipta kedamaian bukan kebencian. Makkah takluk oleh nabi karena cinta. Dunia diubah dengan cinta. Kemanusiaan pun terjalin karena cinta sekalipun ia dibatasi oleh ruang dan waktu. Maka lantaskah kita mendustai cinta? Tentang Valentine, bagi saya bagaimanapun ia dalam sejarah, atau ia dari ajaran mana saja, tak sepantasnya kita tanggapi atau bahkan perangi secara berlebihan. Maknailah ia secara positif. Bukankah pelajaran terbaik adalah sejarah. Sejarah Velantine kalau kita khatam pasti dapat pula menyimpulkan, apalagi sebagai kaum terpelajar, berjiwa agamis pula. Valentine, bukan berarti kalau saya lelaki harus menjadi Valentino karena bukan itu yang diinginkan sejarah. Tapi Velantine harus menjadi spirit yang mengajarkan kita tentang cinta dan kasih sayang dalam arti ataupun makna yang tanpa batas. Jadi Valentine tergantung bagaimana kita memaknainya, kalau memaknainya dengan benci maka barang tentu kebencianlah yang selalu membayangi kita, tapi bila memakn...

Refleksi Kuliah Semantik dan Leksikografi

Gambar
"Kasri, excellent! Ibu senang dengan seluruh memori yg dituangkan dlm tulisan ini."  Begitu pesan ibu dosen setelah membaca refleksi ini, tanpa ditambah dan dikurangi. Jadi sesungguhnya esai ini tugas dari dosen,  sudah di stor dan dibaca dosen bersangkutan. Saya bagi di blog supaya yang lain juga dapat membacanya, semoga bermanfaat.

Smartphone Pintar

Gambar
Sebagai pengguna Smartphone yang sedikit agak senior, seorang kawan dengan smartphone barunya berkonsultasi. "Bang di hape-ta, aplikasi Al Qur'an apa kita pakai?, Apa bagus di'?". Namanya konsultasi maka kujawab secara argumentatif bernuansa nasehat. "di hape saya tidak pake Al Qur'an aplikasi bro. Masa Qur'an di hape, Al Qur'an itu di hati dan kepala, kalau tidak disitu ya di kitab." "Tapi ini kan sudah zaman digital bang, bukankah dengan aplikasi itu justru memudahkan kita?" Si kawan menyanggah. Bro, dengar baik-baik saya bilang. "Saya tahu you ini pencinta Quran, tapi saya juga tahu kau ini pegiat dunia maya bro. Selama ini mushaf selalu ditanganmu, kalau kebiasaan genggaman tanganmu itu tiba-tiba jadi smartphone apa kata orang-orang, bisa fitnah bro buat dirimu. (Kalem saya. Hehe). Kemudian begini bro, RAM hape-mu itu besar tentu akan memuat banyak aplikasi. Memori internalnya pun 16 GB, kau tambah lagi memori ekster...

Bukan Alumni 212

Gambar
kata alumni menurut KKBI Di Dunia layar kaca, 212 pernah dipakai sebagai nama dari serial laga Wiro Sableng 212. Ia punya banyak penonton. Di Makassar, 212 dipakai sebagai nama sebuah Warung Kopi yang terletak di kawasan Bolevard dan Toddopuli. Ia punya banyak pengunjung. Di Jakarta, tahun lalu 212 dipakai sebagai Jargon Aksi besar yang dihelat di Monas. Massanya tumpah ruah. Alhamdulillah ketiga 212 itu semuanya sempat saya sambangi, sebagai penonoton (Wiro Sableng 212), sebagai pengunjung (Warkop 212) dan sebagai peserta (Massa aksi 212). Tapi begitu, saya bukan Alumni.

Islam di Zaman Kacau, Ingin Menyenangkan Tuhan tapi Menyusahkan Manusia

Gambar
(Catatan dari Diskusi Buku Islam Tuhan Islam Manusia) Tuhan menyebut Islam rahmat bagi semesta alam. Karena sebagai agama manusia, orientasi keberagaaman seharusnya adalah membahagiakan manusia. Karenanya, aneh jika ada orang beragama tapi menyusahkan manusia dengan alasan untuk menyenangkan Tuhan. Bahkan, membinasakan manusia demi Tuhan. Demikian benang merah ungkapan Dr Haidar Bagir dalam diskusi Buku “Islam Tuhan, Islam Manusia” oleh Pusat Kajian Islam Sains dan Teknologi (Puskaistek) UIN Alauddin Makassar kerjasama dengan Penerbit Mizan dan Islam Cinta, di Gedung Lecture Theatre (LT) Kampus II UIN Alauddin Samata, Jum’at (21/04) sore. Buku dengan judul lengkap “Islam Tuhan, Islam Manusia, Agama dan Spritualitas di Zaman Kacau” merupakan buku terbaru Haidar Bagir, terbit Maret 2017. Pada diskusi tersebut, hadir sebagai panelis Guru Besar UIN Alauddin, Prof Dr M Qasim Mathar dan moderator Wahyuddin Halim, Ph.D, dosen Fakultas Filsafat dan Politik UIN Alauddin Makassar. Hai...