Postingan

Menampilkan postingan dengan label Baru

Buya Sang "Guru Bangsa" yang Sering Dikafirkan

Gambar
Kasri yang tersenyum sumbringah saat pertama kali berjumpa langsung dengan Buya Syafii Maarif, beberapa tahun silam Keberpihakan menjadikan seseorang bersiap diri ditentang, dibuly. Jika tidak siap maka bijaksananya adalah diam.(Stewart, 2011). Saya merasa kira-kira begitulah sikap Buya Ahmad Syafii Maarif, keberpihakan dan siap ditentang. Dengan kasus Ahok yang dituding telah menistakan Al Qur'an lewat Al Maidah 51, Buya bisa saja tak akan dibuly habis-habisan seperti beberapa hari ini, jika ia diam atau tidak perlu menanggapi semua permintaan media terkait sikapnya tentang kasus Ahok ini. Tetapi Buya memilih idealisme dan lebih baik dibaik dibuly daripada diam melihat segala subjektivisme banyak pihak dalam menilai kasus Ahok ini. Tanpa ingin menulis kembali pendapat-pendapat Buya tentang persoalan Ahok ini, saya kira beliau sudah memikirkan semuanya termasuk konsekwensinya. Toh dibuly, di tuduh antek barat, liberal, bahkan kafir bukanlah hal baru bagi Buya untuk...

[Meluruskan Sejarah] Sejarah Baru, Tak Ada yang Terulang

Gambar
Awalnya saya tak punya niatan untuk turut meramaikan dunia facebook dengan ucapan selamat atas kesuksesan Muktamar 47 Muhammadiyah dan Muktamar 1 Abad Aisyiyah, terlebih atas terpilihnya pasangan suami istri Haedar Nashir sebagai ketua umum Muhammadiyah dan Siti Norjannah Djohantini sebagai ketua umum Aisyiyah. Tapi atas pemberitaan banyak media baik itu cetak maupun elektronik, parade media sosial oleh para kader maupun non kader, pengamat ataupun sekadar simpatisan yang mengklaim terulangnya sejarah awal kepemimpinan persyarikatan dengan pasangan suami istri sebagai nakhodanya. Maka saya merasa perlu hadir, minimal memberikan sedikit pemahaman sejarah saya tentang kedua organisasi tersebut. Mungkin kita beranggapan bahwa satu abad yang lalu saat kedua organisasi ini baru didirikan, itu dipimpin oleh kedua pasangan suami istri yakni KH Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah sebagaimana klaim kita saat ini pasca diumumkannya hasil muktamar47. Tapi sejujurnya sejarah tidak demikian, Muha...

Setahun Mengenang Kepergianmu (Ammak)

Gambar
Engkau yang telah pergi untuk tidak kembali (IBU)

Resensi Film : Assalamualaikum Beijing

Gambar
Dalam kisah nyata adakah perempuan kini yang setegar Asma dengan pikiran positif pada apa yang menjadi ketetapan Allah padanya? Dan adakah pula lelaki yang setulus Zhong-wen (Chung-Chung) dalam ketulusan berjuang dan mencintai? InsyaAllah, Semoga penulis dan juga pembaca adalah salah satunya... :)

AKHIR TAHUN “Tanpa Perayaan”

Gambar
Mungkin bagi banyak orang tahun baru kali ini keseruannya akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ya seperti telah menjadi ritualitas tahunan, berbagai hal tentunya telah dipersiapkan sebagai pesta untuk menyambut tahun baru 2015.